PENGEMBANGAN EKOWISATA DENGAN MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MENGUKUR SELERA CALON KONSUMEN

Gustafika Maulana, Gunardi Djoko Winarno, Samsul Bakri

Abstract


Pengembangan ekowisata dengan memanfaatkan media sosial dapat mengukur selera calon konsumen. Perlu dilakukaneksplorasi untuk mencari focal point bagi percepatan pengembangan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkanpotensi wisata terdapat di Desa Braja Harjosari, pengembangan rancangan integrasi potensi gajah liar dengan potensiekowisata untuk menunjang desa wisata Braja Harjosari, mengetahui selera calon konsumen terhadap potensi objek wisatayang akan dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, kuisioner online dan wawancara. Data observasiyang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan Recreation Opportunity Spectrum (ROS) dan juga dicatatvariabel demografi, pendidikan dan waktu luang tiap responden. Untuk menguji pengaruh 3 kelompok variabel respondenini digunakan model log linier pada taraf nyata 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata yang semula terdiridari 7 obyek ekowisata dapat dikembangkan menjadi 16 obyek ekowisata, aktivitas gajah liar yang selalu masuk kedalamwilayah desa yang berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Way Kambas dapat dijadikan obyek ekowisata yangterintegrasi dengan potensi sumber daya wisata pedesaan dan potensi-potensi yang ada di Desa Braja Harjosari darianalisis hasil output Minitab 16 berbasis demografi, pendidikan dan rutinitas wisata dinilai sangat baik.

Article Metrics

Abstract view : 812 times
PDF - 532 times

Full Text:

PDF

References


Cross, M. (2013). Pengertian Media Sosial [diakses 24 Agustus 2017]. Tersedia dari https://www.pakarkomunikasi.com

Danniel. (2004). Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.

Widjaja, H.A.W. (2003). Otonomi Desa. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Putra, C.K. (2013). Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa. Jurnal Administrasi. Malang.

Setiadi. (2013). Konsep dan Praktek Penulisan Riset Keperawatan. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Rachman. (2015). Strategi Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Melalui Media. Laporan Studi Pustaka IPB. Bogor.

Saktiawan. (2010). Pentingnya Membangun Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata [diakses 12 Desember 2016]. Tersedia dari http://buletin betungkerihun.wordpress.com.

Wiratno. (2004). Berkaca Di Cermin Retak “Refleksi Konservasi dan Implikasi Bagi Pengelolaan Taman Nasiona”. FOReST Press, The Gibbon Foundation Indonesia, Departemen Kehutanan, PILINGO Movement. Jakarta.

TIES (The International Ecotourism Society). (2006). Fact Sheet: Global Ecotourism [diakses 2 September 2016]. Tersedia dari https://www.ecotourism.org.

Dowling, R. K. and Page, S.J. (2002). Ecotourism. Prenctice Hall. London.

Gumelar, S. S. (2010). Strategi Pengembangan Dan Pengelolaan Resort And Leisure. Hand Out Mata Kuliah Concept Resort And Leisure, Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung.

Manurung. (2002). Ecotourism in Indonesia. In: Hundloe, T (ed.). Linking Green Productivity to Ecotourism : Experiences in the Asia-Pacific Region. Asian Productivity Organization (APO). Japan. 98-103.

Ritonga, T. A. (2012). Pemanfaatan Gajah Jinak Dalam Kegiatan Conservation Response Unit (Cru) Di Tangkahan. Universitas Sumatera Utara. Sumatera Utara.

Firqan, I. (2012). Melirik peran dan daya guna taman konservasi Lampung [diakses 23 November 2012]. Tersedia dari http:// astacala. org/wp/2012/03/melirik-peran-dan-dayaguna-taman-konservasi-gajah-dilampung.

html

Ankre. (2006). Zonning and Opportunity Spectrum Planning In A Discountinous Environment. Paper Planning for Tourism and Outdoor Recreation in the Lulea Archipelago. Sweden.

Hamzah, Y, I. (2013). Potensi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Interaktif bagi Pariwisata Indonesia. Jurnal Kepariwisataan Indonesia Vo. 8 No. 3 2013. Jakarta : Puslitbangjak Badan Pengembangan Sumberdaya Kementerian Parekraf.

Ankre. (2006). Zonning and Opportunity Spectrum Planning In A Discountinous Environment. Paper Planning for Tourism and Outdoor Recreation in the Lulea Archipelago. Sweden.

Nisrina. (2015). Bisnis Online, Manfaat Media Sosial Dalam Meraup Uang. Kobis. Yogyakarta.

Inskeep, E. (1991). Tourism Planning, and Integrated and Sustainable Development Approach.Van Nostrand Reinhold. New york.

Wiendu. (1993). Concept, Perspective, and Challenges, makalah bagian dari Laporan Konferensi Internasional mengenai Pariwisata Budaya.Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Aukerman. (2004). Water Recreation Opportunity Spectrum (WROS) Users’Guidebook. Bureau of Reclamation. United States Department of the Interior.

Sujadi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta.

Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi. 1987. Surat Keputusan Menteri Pariwisata, Pos Telekomunikasi No. KM94/HK/ 103 MPPT 87. Kementrian Pariwisata, Pos Telekomunikasi RI.

Sunaryo B. (2013). Kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata: Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Gava Media. Yogyakarta.

Yoeti, O. (1997). Pengantar ilmu pariwisata. Angkasa. Bandung.

Pendit, N. S. (2003). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. PT. Pradnya Paramita. Jakarta.

Subangkit L. (2014). Faktor-Faktor Kepuasan Pengunjung di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas Lampung. Jurnal Sylva Lestari (2:3).101-110.

Premono BT & Kunarso A. (2008). Pengaruh perilaku pengunjung terhadap jumlah kunjungan di taman wisata alam punti kayu palembang. Jurnal penelitian hutan dan konservasi alam. 5(5):423-433.

Harsana W dan Maria TW. (2005). Makalah: Analisis Pasar Ditinjau dari Persepsi Wisatawan Terhadap Kuliner di Kabupaten Sleman. Universitas Negeri Yogyakarta. 33 halaman.

Sungkawa I, Dwi P, dan Eva F. (2015). Hubungan antara Persepsi dan Prefensi Konsumen dengan Pengambilan Keputusan Pembelian Buah Lokal. Jurnal Agrijati. (28:1). 79-99.

Modjanggo, F, Arief, S, Sustri. (2015). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Pengunjung Ke Objek Ekowisata Pntai Siuri, Desa Toinas Kecamatan Pamona Barat Kabupaten Poso. Warta Rimba. (3:2). 88-


Refbacks

  • There are currently no refbacks.