PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK VALUASI JASA LINGKUNGAN MANGROVE DALAM PENYAKIT MALARIA DI PROVINSI LAMPUNG

Imawan Abdul Qohar, Samsul Bakri, Dyah W.S.R Wardani

Abstract


Perubahan tutupan ekosistem mangrove berdampak terhadap angka kesakitan malaria (annual parasiteincidence). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui besaran manfaat hutan mangrove dengan pendekatanhuman capital atau biaya perawatan (Medical cost) dari penyakit malaria. Penelitian ini dilakukan mulai bulanAgustus—Oktober 2016 dengan lingkup wilayah penelitian Provinsi Lampung tahun 2000—2015. Dinamikaperubahan tutupan lahan dan penggunaan lahan per Kabupaten/kota diidentifikasi melalui sistem informasigeografis serta interpretasi citra landsat 2000, 2009, dan 2015 dan menghasilkan persentase luas tutupan lahandan penggunaan lahan. Dari hasil uji statistik diketahui ekosistem mangrove berpengaruh terhadap penurunankejadian malaria dengan koefisien sebesar -0,07937 dan nilai P value = 0,001. Luas ekosistem mangrovesebesar 9401,62 Ha, apabila terjadi penaikan 10 persen luas tutupan mangrove maka akan menurunkankejadian malaria sebesar 0,007937 per 1000 penduduk atau 0,000007937 insidensi. Hal ini berarti setiappenambahan 10 persen tutupan mangrove akan mengakibatkan penurunan kejadian penyakit malaria sebesar64,42676 insidensi dengan asumsi bahwa setiap faktor penularan malaria adalah positif. Model valuasi jasalingkungan mangrove dilakukan dengan pendekatan biaya kesehatan. Nilai manfaat dari hutan mangrovedengan pendekatan human capital adalah Rp. 2.266.255.815,5,-/tahun

Article Metrics

Abstract view : 1361 times
PDF - 880 times

Full Text:

PDF

References


Kustanti, A. (2011). Manajemen Hutan Mangrove. Institut Pertanian Bogor Press. Bogor.

Rahmawaty. (2006). Upaya pelestarian mangrove berdasarkan pendekatan masyarakat.Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Bakosurtanal. (2009). Luas Kawasan Mangrove Indonesia. Barkosurtanal. Bogor

Siregar, A, F. (2012). Valuasi Ekonomi dan Analisis Konservasi Hutan Mangrove di Kabaupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat.Thesis. Institur Pertanian Bogor. Bogor.

Ahmadi, S. (2008). Faktor risiko kejadian malaria di Desa Lubuk Nipis Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim. Tesis. Program Studi Magister Kesehatan Lingkungan Universitas Diponegoro. Semarang.

Putra, A.K. (2015). Peranan Ekosistem Hutan Mangrove Pada Imunitas Terhadap Malaria: Studi di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Sylva Lestari. Vol 3 No 2 Mei 2015. 67-78.

Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. (2004). Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2003.Buku. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Bandar Lampung. 69 hlm.

Chapman, V.J. editor. (1978). Botanical Surveys in Mangroves Communities. Dalam The Mangroves Ecosystem: Research Methods. UNESCO, Monograph on Oceanological Methodology 8, Paris. 53-80p.

Van Steenis, C.G.G.J. (1958). Ecology of mangroves. Introduction to Account of The Rhizophoraceae by Ding Hou, Flora Malesiana, Ser. I, 5: 431-441.

Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1993. Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove. Prosiding Lokakarya Pemantapan Strategi Pengelolaan Lingkungan Wilayah Pesisir dan Lautan dalam Pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua. Kapal Kerinci, 11-13 September 1993, 47p.

Saputro, G.B. (2009). Peta Mangrove Indonesia. Buku. Pusat Survei Sumber Daya Alam Laut, Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal). Jakarta.

Masela, D. F. (2012). Pengaruh struktur dan komposisi mangrove bagi kerapatan nyamuk di Desa Kopi dan Desa Minanga Kecamatan Bintauna. Jurnal Cocos. 1(2): 1—8.

AchmadiUF. 2005).Manajemen Penyakit Berbasis Wilayah .Jakarta :Kompas.

Aronoff, S. (1989). Geographic Information Systems: A Management Perspective. Ottawa: WDI Publications.

Burrough, P.A. (1986). Principles of Geographic Information Systems for and Resources Assessment. Clarendon Press, Oxford.

Prahasta, E. (2009). Konsep-Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis. Bandung: Informatika.

Prabowo A., (2004). Malaria, Mencegah dan Mengatasinya. Cetakan 1. Puspa Swara. Jakarta.

HarijantoPN.(2000). Malaria:Epidemiologi, Patogenesis, Manifestasi Klinis, dan Penanganan.EGC.Jakarta.

Departemen KesehatanRI. (2005). PedomanPenatalaksanaan Kasus Malaria diIndonesia.Jakarta:Depkes RI.

EbersonF.(2011).Communicable DiseasesPart1GeneralPrinciples,Vaccine- Preventable DiseaseandMalaria.Ethiopia:FederalDemocratic Republicof Ethiopia Ministry of Health.

Kentrian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. Permenlhk tahun 2012 tentang Panduan Valuasi Ekonomi Ekosistem Hutan

Kementrian Kesehatan RI. Permenkes No 52 Tahun 2016 Tentang Stander Tarif Pelayanan Kesehatan DalamPenyelenggaraan Progam Jaminan Kesehatan

Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2015). Lampung dalam Angka 2015. Buku. Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. Bandar Lampung. Hlm 415.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.