UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) SEBAGAI BAHAN DASAR OBAT NYAMUK ELEKTRIK CAIR TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti

Sasono Handito, Endah Setyaningrum, Tundjung T. Handayani

Abstract


Aedes aegypti merupakan vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Upaya pengendalian dan pemberantasan Ae. aegypti saat ini banyak dilakukan, salah satunya dengan menggunakan insektisida kimiawi. Penggunaan insektisida kimiawi secara berkelanjutan menimbulkan resistensi pada nyamuk vektor. Telah diketahui bahwa daun tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum L) mengandung flavonoid dan saponin yang berpotensi sebagai insektisida. Untuk membuktikan hal tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari ekstrak daun cengkeh dengan menuntukan nilai Lethal Concentration (LC50 dan LC90) dan Lethal Time (LT50dan LT90). Penelitian eksperimen yang menggunakan rancangan acak kelompok ini dilakukan dengan lima konsentrasi, yaitu; 10%; 20%; 30%; 40%; dan 50% ekstrak daun cengkeh, dan dengan dua kontrol yaitu, kontrol negatif yang berisi aquades, kontrol positif yang berisi tranflutrin12,38g/l, dengan empat kali pengulangan setiap konsentrasi dan kontrol. Pengamatan terhadap jumlah nyamuk yang mati setiap  5, 10, 20, 40, 60, 120, 240, 480, dan 1440 menit setelah perlakuan. Dari hasil Uji ANOVA yang diuji lanjut dengan Uji BNT diketahui bahwa konsentrasi yang paling efektif dibandingkan kontrol negatif dan sama dengan kontrol positif adalah 50%. Dari analisis probit diperoleh nilai LC50 sebesar 43,709%, sedangkan untuk nilai LC90 sebesar 49,069%. Nilai LT50 dan LT90 dari penelitian ini adalah 1220,152 menit dan 1126,488 menit.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun cengkeh berpotensi sebagai insektisida terhadap Ae. aegypti, dan konsentrasi ekstrak yang paling efektif adalah konsentrasi sebesar 50%.


Keywords


daun cengkeh (Syzygium aromaticum L); Ae. aegypty; ekstrak daun cengkeh

Full Text:

PDF

References


Ardianto, T. 2008. Pengaruh Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti. (Skripsi). Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Dadang, P. dan Prijono, D. 2008. Insektisida Nabati : Prinsip, Pemanfaatan, dan Pengembangan. Departemen Proteksi Tanaman. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Dalimarta, S. dan Hembing, W. 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid ke-3. Pustaka Kartini. Jakarta.

Fairuz, H. 2008. Pengaruh Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terha-dap Mortalitas Larva Aedes aegypti L. (Skripsi). Fakultas Kedokteran Universi-tas Sebelas Maret.

Ferdinanti, E, 2001. Uji aktivitas antibakteri obat kumur minyak cengkeh (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry) asal bunga, tangkai bunga, dan daun cengkeh terhadap bakteri. (Skripsi). Fakultas Matematika dan Pengetahuan Alam. Institut Sains dan Teknologi Nasional. Jakarta.

Guomin, J., Xiaolin, Y., and Rongchang, C. 2003. The Handbook of Insecticide Formulations and Its Technologies for Household and Public Health Uses. Hong Kong: Jin Tai Printing Ltd.

Hoedojo, R. 2008 Morfologi, Daur Hidup, dan Perilaku Nyamuk: Parasitologi Kedokter-an Edisi Ke-4. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta.

Kardinan, A. 2005. Tanaman Pengusir dan Pembasmi Nyamuk Vol II. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Komisi Pestisida. 2005 Metode Standar Pengujian Efikasi Pestisida. Bandung. Komisi Pestisida Bandung.

Mirnawati, S. 2004. Pengaruh Ekstak Kulit Langsat (L. domesticum) terhadap Morta-litas Larva Ae. aegypti. (Skripsi). Fakultas Pertanian Universitas Indonesia. Jakar-ta.

Muhaeni, D. 2007. Membuat dan Memanfaat-kan Pestisida Ramah Lingkungan. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Nurdjannah, N. 2004. Diversifikasi Pengguna-an Cengkeh. Balai Besar Penelitian dan pengembangan Pasca Panen Pertanian. Bogor.

Riyanti, H. 2005. Toksikologi Limbah Cair Kelapa Sawit terhadap Ikan Nila (Aeromonas sp). (Skripsi). FKIP Universitas Riau. Pekanbaru.

Subiyakto. 2005. Pestisida Nabati: Pembuatan dan Pemanfaatannya. Penerbit Kanisius. jakarta.

Sukrasno, S. 2001. Cengkeh, Tanaman Obat Multifungsi. Gaya Baru Pustaka. Jakarta

WHO, 2005. Guidelines For Laboratory and Field Testing of Mosquito. Geneva

Wijana, 1982. Beberapa Karakteristik Ae. aegypti Sebagai Vektor utama Demam Berdarah. Fakultas Kedokteran Univer-sitas Udayan. Bali.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v2i2.2238

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.