PERBEDAAN SALINITAS DENGAN PAKAN ALAMI KOMBINASI TERHADAP PERTUMBUHAN Diaphanosoma sp. DI BALAI BESAR PENGEMBANGAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG

Gigih Janotama Putra, Sri Murwani, Emy Rusyani

Abstract


Zooplankton dari ordo Cladocera yaitu Diaphanosoma sp. merupakan pakan alami yang baik bagi larva ikan dan udang.  Untuk keperluan kultur selain faktorpakan, faktor lingkungan juga sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan Diaphanosoma sp. adalah salinitas. Diaphanosoma sp. mempunyai keterbatasan dalam toleransinya terhadap salinitas sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.  Pakan alami yang banyak dimanfaatkan untuk budidaya Diaphanosoma sp. antara lain Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. dan Dunaliella sp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju pertumbuhan Diaphanosoma sp. terhadap tingkat salinitas media dengan pemberian pakan alami kombinasi.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pakan Hidup (Zooplankton) Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung pada bulan Januari sampai bulan Maret 2014. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan.Data dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan diuji lanjut dengan UJI Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik adalah perlakuan P1 yaitu media salinitas 10 ppt menghasilkan kepadatan populasi Diaphanosoma sp. tertinggi sebesar 880 ind/l dan laju pertumbuhan populasinya sebesar 26,24%.


Keywords


Diaphanosoma sp.; Salinitas; Kepadatan populasi; Laju Pertumbuhan

Full Text:

PDF

References


Aladin ,N.V. and Potts, W.T.W. 1995. Osmo-regulatory Capacity of The Cladocera. J. Comp. Physiol. B.164671-164683

Basmi, H.J. 2000. Planktonologi: plankton Se-bagai Bioindikato Kualitas Perairan. Fakul-tas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Ilmu Per-tanian Bogor. Hal 32-42.

Becker, E. W. 1994. Microalgae Biotechnology and Microbiology. Cambridge University Press Greet Britain : England

Djarijah, A. S. 1995. Pakan Ikan Alami. Kani-sius : Yogyakarta.

Kokarkin, C. dan B.W. Prastowo , 1998. Man-faat Strategis kutu air, Diaphanosoma celebencis dalam Budidaya dan Mana-gemen Lingkungan Pantai. Balai Budidaya Air Payau. Jepara.

Mokoginta, I. 2003. Budidaya Daphnia sp. De-partemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Mubarak, A.S., D. Ernawati, dan Rr.J. Triastuti. 2008. Hubungan Rasio Induk Jantan dan Betina Daphnia sp. Terhadap Efisiensi Perkawinan dan Produksi Ephipia. Jurnal Berkala Ilmiah Perikanan 3 (1): 17-22.

Mudjiman, A. 2004. Makanan Ikan. Penebar Swadaya : jakarta.

Murtidjo, B.A. 1992. Budidaya Udang Galah Sistem Monokultur. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Nybakken, J.W.1982. Marine Biology : An Eco-logical Approach. PT. Gramedia Jakarta. (Diterjemahkan Oleh Muhammad Eidman, dkk). 459 hlm.

Poernomo. 1992. Pemilihan Lokasi tambak Udang Berwawasan Lingkungan, Seri Pe-ngembangan Hasil Penelitian No. PHP/-Kan/Patek/004/1992, 40 hlm.

Rusyani, E., L. Erawati. Dan A. Hermawan. 2005. BudidayaZooplankton dalam Pem-benihan Kuda Laut. Balai Budidaya Laut Lampung Dirjen Perikanan Budidaya DKP. Lampung.

Tackx ML. 2004. Zooplankton in the Schelde estuar., Belgium and The Netherlands. Spatial and temporal patterns. Journal Plankton Research. 26 : 133–141.

Thariq, M., Mustamin, dan D. W. Putro. 2002. Biologi Zooplankton dalam Budidaya Fitoplankton dan Zooplankton. Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung. Dirjen Perikanan Budidaya DKP. Lampung.

Wina, B. 2013. Laju Pertumbuhan Zooplankton Diaphanosoma sp. Dengan Pemberian Pakan Kombinasi Fitoplankton Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. dan Dunaliella sp. Skala Laboratorium.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v2i2.2232

Refbacks

  • There are currently no refbacks.