BIOASSAY EKSTRAK Selaginella willdenowii DENGAN BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

Wida Witriani, Endang L. Widiastuti, M. Kanedi, Nuning Nurcahyani

Abstract


Selaginella merupakan tumbuhan paku yang banyak tersebar di wilayah Indonesia salah satunya di wilayah Lampung. Selaginella memiliki banyak kegunaan diantaranya dapat digunakan sebagai bahan kerajinan tangan, ornamen dan sebagai obat tradisional.  Potensi Selaginella yang dapat memberikan manfaat positif terutama sebagai obat tradisional belum banyak diketahui dan dioptimalkan penggunaanya oleh masyarakat. Penelitian untuk mengetahui pengaruh toksisitas telah dilakukan dengan Uji Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ektraksi Selaginella diambil dengan cara maserasi menggunakan aquades kmudian disaring dan di keringkan hingga menjadi pasta. Pasta Selaginella di encerkan dan dibuat menjadi 0,2,4,6,8,10,12, dan 20%. Analisis data menggunakan varian satu arah (ANOVA)(α=0,05). Uji BSLT diterapkan pada 8 konsentrasi ekstrak Selaginella yang berbeda dengan 12 dan 24 jam pengamatan. Pada jam ke 12 konsentrasi 2% menunjukkan nilai mortalitas terendah sebesar 14,28% pada konsentrasi 20%  mnunjukkan nilai tertinggi sebesar sebesar 26,78%, kemudian pada jam ke 24 nilai mortalitas terendah adalah pada konsentrasi 2% sebesar 8,90% dan pada nilai tertinggi pada konsentrasi 20% yaitu sebesar 26,78%. Ekstrak aquades Selaginella willdenowii bersifat toksik tetapi toksisitasnya rendah terhadap Artemia salina Leach juga tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada konsentrasi rendah.


Keywords


Selaginella wildenowii; Artemia salina; LC50

Full Text:

PDF

References


Chikmawati T, Wijayanto A, Miftahudin. 2009. Potensi Selaginella Sebagai Antiok-sidan. Seminar Nasional Biologi XX: Universitas Islam Negeri Malang.

Harborne, J. B. 1994. The Flavonoids. Chap-man and Hall. London.

Meyer, B. N., Ferrigni, N. R., Putman, J. E., Jacbsen, L. B., Nicols, D. E., and McLaughlin, J. L. 1982. Brine Shrimp : A Comvenient general Bioassay For Active Plant Constituents. Plant Medica.

Rahman M, Rias M, Desai UR. 2007. Synthesis of biologically relevan biflavonoid. Reviev. Chemistri and Biodiversity 4: 2495-2527.

Scheuer, J. S. 1994. Produk Alami Lautan. Cetakan pertama. IKIP Semarang Press. Semarang.

Setyawan, A.D dan Darusman, L.k. 2008. Senyawa Biflavonoid pada Selaginella Pal. Beauv. dan Pemanfaatannya. B I O D I V E R S I T A S ISSN: 1412-033X Volume 9, Nomor 1 Januari 2008 Halaman: 64-81. Bogor. Departemen Kimia, FMIPA, Institut Pertanian Bogor (IPB).

Setyawan, A.D. 2011. Natural products from Genus Selaginella (Selaginellaceae). Nusantara Bioscience 3: 44-58.

Yohana, A. Y. 2005. Khasiat Tanaman Obat. Pustaka Buku Murah. Jakarta.

Zuhud EAM, Ekarelawan, Riswan S. 1994. Indonesian tropical forests as a source of medicinal plant genetic diversity. In: Zuhud EAM, Hary (ed). 2006. Preservation of the utilization of medicinal plant diversity of Indonesian tropical forests. Faculty of Forestry IPB-LATIN. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v2i1.2227

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.