UJI TOKSISITAS EKSTRAK Selaginella willdenowii TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP JUVENIL IKAN MAS (Cyprinus sp.)

Akmalia Rahmani, Endang L. Widiastuti, M. Kanedi, G. Nugroho Susanto

Abstract


Selaginella willdenowii merupakan jenis tumbuhan yang memiliki senyawa aktif biflavonoid hasil dari metabolit sekunder. Sifat toksik Biflavonoid diduga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Jika asumsi ini benar, Selaginella dapat dikembangkan sebagai bahan baku obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak Selaginella willdenowii terhadap ikan mas juvenil. Ekstrak dibuat dari keseluruhan bagian Selaginella yang dimaserasi dengan menggunakan aquades, kemudian ekstrak dipanaskan di dalam oven sampai menjadi pasta. Pasta tersebut diencerkan menggunakan aquades hingga didapatkan ekstrak cair dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 5%, 10%, 20%, 40%, 50%. Masing-masing konsentrasi kemudian dituangkan pada media air ikan mas juvenil. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan ANOVA dengan α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Selaginella willdenowii menggunakan aquades tidak cukup memberi efek racun yang dapat mempengaruhi hidup juvenile ikan mas karena nilai toksiknya tidak lebih besar dari 1000 μg/ml walaupun dapat meningkatkan nilai mortalitas ikan mas yang dapat terlihat pada konsentrasi 50% dan hal ini tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata dengan konsentrasi yang lebih rendah.


Keywords


Selaginella willdenowii; Uji Toksisitas; Ikan Mas (Cyprinus sp.)

Full Text:

PDF

References


Chikmawati, T., A. Wijayanto, dan Miftahudin. 2009. Potensi Selaginella Sebagai Anti-oksidan. Bogor: FMIPA IPB

Effendie, M. I. 1979. Metode Biologi Perikanan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Erlan. 2005. Pengaruh berbagai media terha-dap pertumbuhan bibit mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) di polibag. J. Akta Agrosia 7(2):72-75.

Kim, J. and E.J. Park. 2002. Cytotoxic antican-cer candidates from natural resources. Current Medicine in Chemical Anti-Cancer Agents 2: 485-537

Lilis Suhaerah. 2006. Zoologi Vertebrata. Ar-desigen. Bandung.

Madhuri, G. and A.R. Reddy. 1999. Plant blotechnology of flavonolds. Plant Biotechnology 16 (3): 179-199.

Meyer, B.N et al. 1982. Brine Shrimp : A Convenient General Bioassay for Active Plant Constituent. Plant Res Medica 45 : 31-34.

Rahman, M. Riaz M. Desai U.R. 2007. Synthesis of biologically relevant biflavonoids. Reviev. Chemistri and Biodiversity 4: 2495-2527.

Setyawan, A.D. 2011. Natural products from Genus Selaginella (Selaginellaceae). Nu-santara Bioscience 3: 44-58.

Silva G.l et al. 1995.Cytotoxic biflavonoids from Selaginella wildenowii .J Phyto 4: 129-134.

Thomson G.,E. 2007. The Health Benefit of Traditional Chinese Plant Medicine: Weighing the scientific evidence. Australia: RIRDC Pr.

Yamaguchi, L.F., D.G. Vassao, M.J. Kato, and P. Mascio. 2005. Biflavonoids from Brazilian pine Araucaria angustifoliaas potentials protective agents against DNA damage and lipoperoxidation. Phyto-chemistry. 66: 2238-2247.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v2i1.2220

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.