PREVALENSI PROTOZOA USUS PADA KUKANG SUMATERA (Nycticebus coucang) MELALUI PENGGUNAAN BERBAGAI MACAM MEDIA PENGAWET DAN KONSENTRASI BERBEDA DI PUSAT REHABILITASI YIARI CIAPUS, BOGOR

Nora Rukmana, Emantis Rosa, Wendi Prameswari

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis protozoa, jumlah ookista dan prevalensi kukang sumatera (Nycticebus coucang) yang terinfeksi protozoa usus  dengan menggunakan berbagai macam media pengawet dan konsentrasi berbeda. Penelitian ini dilakukan pada lima ekor kukang sumatera.  Pengambilan sampel dilakukan pada malam hari dan diawetkan pada berbagai macam media kontrol (tanpa larutan), alkohol 70%, alkohol 80%, formalin 5%, dan formalin 10%.  Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode pemeriksaan natif dan metode apung.  Pemeriksaan sampel dilakukan di Laboratorium Diagnostik, YIARI dan Laboratorium Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung.  Hasil pemeriksaan dengan metode natif diperoleh dua kelompok protozoa yaitu protozoa parasitik dan protozoa non parasitik.  Protozoa parasitik diperoleh tiga famili yaitu Eimeriidae, Endamobidae, dan Balantiidae dengan empat jenis yaitu Isospora sp., Cryptosporidium parvum, Entamoeba coli, dan Balantidium coli.  Sedangkan hasil identifikasi Protozoa non parasitik hanya ditemukan famili Oxytrichidae dengan satu jenis yaitu Oxytricha granulifera.  Hasil perhitungan dengan metode apung diperoleh ookista Eimeria sp. dengan jumlah 200 sel/gram.  Prevalensi protozoa usus melalui penggunaan berbagai macam media dan konsentrasi berbeda pada  kukang sumatera yaitu 2% pada kontrol, 9,2% pada alkohol 70%, 13% pada alkohol 80%, 5,8% pada formalin 5%, dan 5,4% pada formalin 10%.  Media alkohol 80% menjadi rekomendasi paling bagus sebagai media pengawet protozoa usus dibandingkan dengan alkohol 70%, formalin 5%, dan formalin 10%.


Keywords


Nycticebus coucang; protozoa usus; protozoa parasitik; protozoa non parasitik

Full Text:

PDF

References


Al-Hindi, A. I. 2009. A Practical Guide to Diagnostic Medical Parasitology. Islamic University of Gaza Press. Islamic University of Gaza.

Assafa, D., E. Kibru, S. Nagesh, S. Gebreselassie, F. Deribe, dan J. Ali. 2004. Medical Parasitology. Ethiopia Public Health Training Initiative. The Carter Center, The Ethiopia Ministry of Health, and The Ethiopia Ministry of Education. Pp 150.

[CITES] Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora

and Fauna. 2007. Appendices [Internet]. Terdapat pada: http://cites.org/eng/app/appendices.php. Diakses pada: 11 Nov 2015.

Colville, J. 1991. Diagnostic Parasitologu for Veterinary Technicians. American Veterinery Publications Inc. 5782. Thornwood, Drive Goleta, California 93177. Pp 19-26.

Herdaus, D. D. 2015. Identifikasi Dan Prevalensi Protozoa Parasitik Pada Sampel Feses Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) Di Pusat Konservasi Gajah,Taman Nasional Way Kambas [Skripsi]. Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung. Lampung.

[IUCN]. 2013. Nycticebus coucang : The IUCN red list of threatened species.

Geneva (CH) : IUCN. Version 2014.2 [Internet]. Terdapat pada:http://www.iucnredlist.org/details/39759/0. Diakses pada 11 Nov 2015.

Natadisastra, D., R. Agoes. 2009. Parasitologi kedokteran: ditinjau dari organ tubuh yang diserang. Penerbit buku kedokteran EGC. Jakarta. xxi+450hlm.

Nolan, T. 2006. McMaster Egg Couting Technique [Internet]. Terdapatpada:http://cal.vet.upenn.edu/projects/parasit06/website/mcmaster.htm. Diakses pada 12 Nov 2015.

Rinaldi L, Levecke B, Boscoa A, Ianniello D, Pepe P, Charlier J, Cringolia G,Vercruyss J. 2014. Comparison of individual and pooled faecal samples in sheep for the assessment of gastrointestinal strongyle infection inteAity and anthelmintic drug efficacy using McMaster and Mini-FLOTAC. Veterinary Parasitology 6(11) : 1-8.

Shaikenov BS, Rysmukhambetova AT, Massenov B, Deplazes P, Mathis A, dan Torgerson PR. 2004. Shot Report : The use of a polymerase chain reaction to detect Echinococcus granulosus (G1 Strain) egg in soil sample. American Journal of Tropical Medicine Hygiene. 71(4): 441-443.

Sucitrayani, P.T.E., I. B. M. Oka., M. Dwinata. 2014. Prevalensi Infeksi Protozoa Saluran Pencernaan Pada Kucing Lokal (Felis catus) di Denpasar. Buletin Veteriner Udayana. 6(2):2085-2495.

Taylor, M. A.,R.L. Coop., R.L.Wall. 2007. Veterinary parasitology. 3rd ed. Blackwell publishing Ltd. Oxford : xxvi + 874 hlm.

Yulfi, H. 2006. Protozoa Intestinalis. USU Repository. Medan Sumatera Utara

Zaman, V. 1997. Atlas Parasitologi Kedokteran edisi II. Hipokrates. Jakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v3i2.2216

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.