EFEK TERATOGENIK EKSTRAK RIMPANG RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) TERHADAP JUMLAH FETUS, PANJANG EKSTREMITAS DEPAN DAN BELAKANG, SERTA MALFORMASI FETUS MENCIT (Mus musculus L.)

Faizatin Nadya Roza, Nuning Nurcahyani, Hendri Busman

Abstract


Rumput teki (C. rotundus) mengandung senyawa yang zat-zat aktif yang dapat mempengaruhi proses hormonal jika digunakan secara langsung sehingga dapat memberikan efek samping khususnya jika dikonsumsi oleh wanita hamil. Pada periode organogenesis, embrio sangat sensitif terhadap masuknya suatu zat ke dalam tubuhnya. Penelitian yang dilakukan pada 23 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016 di Laboratorium  Zoologi dan Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Lampung bertujuan untuk mengetahui pengaruh teratogenik dari ekstrak rimpang rumput teki terhadap jumlah fetus, pertumbuhan panjang ekstremitas depan dan belakang, serta malformasi (kecacatan) fetus mencit (M. musculus L.) secara anatomi. Dua puluh mencit betina dibagi menjadi 4 kelompok. Ekstrak diberikan secara oral pada tiga kelompok perlakuan dengan dosis  45 mg/40 gBB (B); 90 mg/40 gBB (C); dan 135 mg/gBB (D), dalam 0,4 mL aquabides sedangkan satu kelompok tanpa ekstrak (A) sebagai kontrol. Perlakuan diberikan pada hari ke-6 samapai ke-13 kehamilan (periode organogenesis).  Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rimpang rumput teki tidak mengurangi jumlah fetus yang dikandung namun menyebabkan kematian pada beberapa fetus. Selain itu, ekstrak rimpang rumput teki tidak menghambat pertumbuhan panjang ekstremitas depan fetus tetapi menghambat pertumbuhan panjang ekstremitas belakang fetus secara signifikan terhadap kontrol. Pemberian ekstrak rimpang rumput teki menyebabkan perbedaan panjang antara ukuran ekstremitas depan dan belakang kanan dibanding bagian kirinya serta menyebabkan malformasi fetus dan salah satu induk mencit mati akibat pemberian ekstrak.Rumput teki (C. rotundus) mengandung senyawa yang zat-zat aktif yang dapat mempengaruhi proses hormonal jika digunakan secara langsung sehingga dapat memberikan efek samping khususnya jika dikonsumsi oleh wanita hamil.Pada periode organogenesis, embrio sangat sensitif terhadap masuknya suatu zat ke dalam tubuhnya. Penelitian yang dilakukan pada 23 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016 di Laboratorium  Zoologi dan Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Lampung bertujuan untuk mengetahui pengaruh teratogenik dari ekstrak rimpang rumput teki terhadap jumlah fetus, pertumbuhan panjang ekstremitas depan dan belakang, serta malformasi (kecacatan) fetus mencit (M. musculus L.) secara anatomi. Dua puluh mencit betina dibagi menjadi 4 kelompok. Ekstrak diberikan secara oral pada tiga kelompok perlakuan dengan dosis  45 mg/40 gBB (B); 90 mg/40 gBB (C); dan 135 mg/gBB (D), dalam 0,4 mL aquabides sedangkan satu kelompok tanpa ekstrak (A) sebagai kontrol. Perlakuan diberikan pada hari ke-6 samapai ke-13 kehamilan (periode organogenesis).  Hasil menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rimpang rumput teki tidak mengurangi jumlah fetus yang dikandung namun menyebabkan kematian pada beberapa fetus. Selain itu, ekstrak rimpang rumput teki tidak menghambat pertumbuhan panjang ekstremitas depan fetus tetapi menghambat pertumbuhan panjang ekstremitas belakang fetus secara signifikan terhadap kontrol. Pemberian ekstrak rimpang rumput teki menyebabkanperbedaan panjang antaraukuran ekstremitas depan dan belakang kanan dibanding bagian kirinya serta menyebabkan malformasi fetus dan salah satu induk mencit mati akibat pemberian ekstrak.

Keywords


rimpang rumput teki (Cyperus rotundus L.); ekstremitas depan dan belakang; malformasi; mencit (Mus musculus L.)

Full Text:

PDF

References


Agusta, A. 2001. Awas! Bahaya Tumbuhan Obat. [internet]. (diunduh pada 19 Maret 2016). Tersedia pada : http://www.indomedia.com/

Busman, H. 2013. Histologi Ulas Vagina dan Waktu Siklus Estrus Masa Subur Mencit Betina Setelah Pemberian Ekstrak Rimpang Rumput Teki. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.

Mangkoewidjojo dan Smith. 1988. Pemeliharaan, Pembiakan, dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis. UI Press. Jakarta

Murnah. 1995. Pemeriksaan Kualitatif dan Kuantitatif Minyak Atsiri Dan Tannin Dalam Umbi Teki. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 30 (3,4). 234-238.

Pozner, J.A.B., A.E. Papatestas, R. Fagerstrom, I. Schwartz, J. Saevitz, M Feinberg, A.H. Anfsea. 1986. Association of tumor differentiation with caffein in intake in woman with breast cancer.Surgery. 100(3). 482-486.

Price, S.A., and L.M. Wilson. 1984. Patofisiologi, CV EGC, Jakarta, hal.468.

Robbinson, T. 1995. The Basic of Higher Plants. 6th Edition. Terjemahan.

Ritter, E.J. 1977. Altered biosynthesys In: Wilson, J.G. and F.C. Fraser (eds.) Hand Book of Teratology. Vol.2. New York:Plenum Press.

Sa‘roni dan Wahyoedi. 2002. Pengaruh Infuse Rimpang Cyperus rotundus L. Terhadap Siklus Estrus dan Bobot Uterus Pada Tikus Putih. Jurnal Bahan Alam Indonesia. Jakarta. Hlm 45-47.

Santoso, H.B. 2004. Kelainan Struktur Anatomi Skeleton Fetus Mencit Akibat Kafein. Jurnal Bioscientiae. 1 (2):23-30.

Santoso, H.B. 2006. Pengaruh Kafein terhadap Penampilan Reproduksi dan Perkembangan Skeleton Fetus Mencit (Mus musculus L). Jurnal Biologi. X: 39-48.

Sawynok, J. dan Yaksh, T.L. 1993. Caffeine as an analgesic adjuvant : A review of pharmacology & mechanism of action. Pharmacological Reviews 45 1: 4546.

Setyawati, I. 2009. Morfologi Fetus Mencit (Mus musculus L.) Setelah Pemberian Ekstrak Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees). Jurnal Biologi. XIII (2) : 41-44

Somala, L. 2006. Sifat Reproduksi Mencit (Mus musculus) Betina yang Mendapat Pakan Tambahan Kemangi (Ocimum basilicum) Kering. Skripsi. Program Studi Teknologi Produksi Ternak Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor

Sumastuti, R. 2004. Pengaruh Infus Daun dan Buah Makuta Dewa Pada Rahim Marmot. Medika 30(1). 16-23.

Toelihere, M. R. 1979. Fisiologi Reproduksi pada Ternak. Penerbit Angkasa, Bandung.

Wilson, J.G. and J. Warkany. 1975. Teratology Principles and Techniques. University of Chicago Press. Chicago IL.

Young, V. S. L. 2001. “Teratogenicity and Drugs in Breast Milk”. In: KodaKimble, Anne, M.; and Bing, M. 2001. Applied Therapeutics: the Clinical Use of Drugs. Lippincott Williams and Wilkins.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v3i1.2199

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.