Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Tetraselmis sp. dari Lampung Mangrove Center pada Kultur Skala Laboratorium dengan Pupuk Pro Analis dan Urea yang Berbeda

Lia Setiani Hermawan, Tugiyono Tugiyono, Emy Rusyani, Sri Murwani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis urea yang paling efektif terhadap pertumbuhan dan kandungan nutrisi Tetraselmis sp. dari perairan Lampung Mangrove Center. Penelitian dirancang secara acak lengkap (RAL) dengan pemberian kombinasi pupuk:  A (Urea 20 ppm, ZA 30 ppm dan TSP 10 ppm), B (Urea 30 ppm, ZA 30 ppm dan TSP 10 ppm), C (Urea 40 ppm, ZA 30 ppm dan TSP 10 ppm), dan D (Conwy sebagai kontrol).  Parameter yang diamati kepadatan populasi, laju pertumbuhan, waktu generasi, kandungan protein, lipid dan karbohidrat.  Data pertumbuhan dianalisa varians pada α = 5% dan diuji lanjut dengan uji Tukey’s bila terdapat perbedaan.  Data kandungan nutrisi dianalisis secara deskriptif.  Hasil analisis data menunjukkan dosis pupuk urea yang memberikan kepadatan populasi maksimum, laju perumbuhan tertinggi, dan waktu generasi tercepat, serta kandungan nutrisi terbaik adalah pupuk urea dengan dosis 40 ppm.

Keywords


Tetraselmis sp.; urea; pertumbuhan; nutrisi

Full Text:

PDF

References


Arkronrat, W., dkk. 2016. Growth Performance and Proximate Composition of Mixed Culture of Marine Micoralgae (Nannochloropsis sp. & Tetraselmis sp.) with monocultures. Songklanakarin J. of Sci. Technol. Bangkok.

Borowitzka, M.A. 1988. Algal growth Media and Sources of Algal Cultures in: Borowitzka, M.A. & L.J. Borowitzka (Eds) Microalga Biotechnology. Cambridge University Press. New York.

Buckman, H.O. dan Brady. 1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Butcher, R.W. 1959. An introductory account of the smaller algae of British coastal waters. Part I: Introduction and Chlorophyceae. Minist. Agric. Fish. Food, Fish. Invest. Great Britain.

Chen, J. and H.P.C. Shetty. 1991. Culture of Marine Feed Organisms. National Inland Institute Kasetsart University. Bangkok.

Fogg, G. E. 1987. Algal Cultures and Phytoplankton Ecology. The University of Wisconsin Press. London.

Guedes, A. C. and F. X. Malcata. 2012. Nutritional Value and Uses of Microalgae in Aquaculture. InTech. Croatia.

Kurniastuty dan Julinasari. 1995. Pertumbuhan alga Dunaliela sp. pada media kultur yang berbeda dalam skala massal (semi outdoor). Bulletin Budaya Laut Lampung.

Laven, P. dan Sorgeloos, P. 1996. Manual on the production and use of live Food for aquaculture. FAO Fisheries Technical Paper. Rome.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2015 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Kelautan Dan Perikanan.

Prabowo, D. A. 2009. Optimasi pengembangan media untuk pertumbuhan Chlorella sp. Pada skala laboratorium. (Skripsi). IPB. Bogor.

Redjeki, S. dan A. Basyarie. 1989. Kultur Jasad Pakan untuk Menunjang Perikanan Budidaya Laut. Staff Peneliti Sub Balai Penelitian Budidaya Pantai Banjarnegara. Serang.

Rusyani, E. 2012. Molase sebagai Sumber Mikro Nutrien pada Budidaya Phytoplankton Nannochloropsis sp., Salah Satu Alternatif Pemanfaatan Jasil Samping Pabrik Gula (Tesis). Universitas Lampung. Lampung.

Tugiyono, S. Murwani, S. Bakri A., dan Erwinsyah. 2013. Studi Status Kualitas Perairan Ekosistem Mangrove Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Proseding Seminar Nasional Sains dan Teknologi V, Tahun 2013 ISBN 978-979-8510-71-7.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v4i1.2185

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.