KADAR LIPID TIGA JENIS MIKROALGA PADA SALINITAS YANG BERBEDA

Diah Ratna Ningsih, Endang L. Widiastuti, Sri Murwani, Tugiyono Tugiyono

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan dan kandungan lipid pada ketiga jenis mikroalga yang dikultur pada media dengan salinitas yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap faktorial dengan 3 perlakuan yaitu salinitas 20, 30, dan 40 ppt pada mikroalga jenis Nannochloropsis sp., Tetraselmis sp., dan Porpyridium sp masing-masing sebanyak 3 kali ulangan. Mikroalga dikultur pada skala laboratorium selama 8 hari setelah itu dipanen untuk diukur kadar lipidnya. Hasil kultur selama 8 hari menunjukkan laju pertumbuhan spesifik rata-rata tertinggi pada Nannochloropsis sp. terdapat pada salinitas 40 ppt yaitu 12%/hari, sedangkan untuk Tetraselmis sp. tertinggi pada salinitas 20 ppt yaitu 7%, dan untuk Porpyridium sp. tertinggi pada salinitas 30 ppt yaitu 5%/hari. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jumlah lipid tertinggi terdapat pada Tetraselmis sp. pada salinitas 20 ppt yaitu sebesar 2,64% dan jumlah lipid terendah terdapat pada Tetraselmis sp. pada salinitas 40 ppt yaitu sebesar 0,19%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan spesifik rata-rata per hari tertinggi terdapat pada jenis Nannochloropsis sp pada salinitas 40 ppt yaitu sebesar 12% dan jumlah lipid tertinggi terdapat pada mikroalga jenis Tetraselmis sp. pada salinitas 20 ppt yaitu sebesar 2,64%.

Keywords


laju pertumbuhan; lipid; mikroalga; salinitas

Full Text:

PDF

References


Bajpai, P. dan P.K. Bajpai. 1993. “Eicosapentaenoic Acid (EPA) Production from Microorganisme: a review,” Journal of Biotechnology, Vol. 30, hal. 161–183.

Gunawan. 2010. Keragaman Dan Mikroalga Dari Sumber Air

Panas Yang Berpotensi Sebagai Sumber Biodiesel [tesis]. Bogor: Fakultas Matematika dan lmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor.

Lavens, P. and P. Sorgeloos. 1996. Manual on the Production and Use of Live Food For Aquaculture. FAO Fisheries Technical Paper. No. 301 . 295 p

Margaret P., K. Hinnerk, dan P. Pohl. 1984. Biomass Production, Total Protein, Chlorophylls, Lipids and Fatty Acids of Freshwater Green and Blue-Green Algae Under Different Nitrogen Regimes. Phytochemistry, Vol 23, No 2, 207-216.

National Renewable Energy Laboratory (NREL). 1998. A Look Back at the U.S. Department of Energy’s Aquatic Species Program—Biodiesel from Algae. Colorado:NREL; (NREL Report).

Rostini, I. 2007. Kultur Fitoplankton (Chlorella sp. dan Tetraselmis chuii) Pada Skala Laboratorium. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Padjajaraan. Jatinangor.

Sachlan, M. 1982. Planktonologi. Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro. Semarang.

Schultz, D. dan S. E. Schultz. 2006. Psychology & Work Today. (9th ed). New Jersey: Pearson Education, Inc.

Soeder, C. and E. Stengel. 1974. Physico-chemical factors affecting metabolism and growth rate. In : “Algal Physiology and Biochemistry”. (W.D.P. Stewart. Editor).Blackwell Scientific Publication. Oxford London Edinburgh Melbourne : 714-730.

Sutomo. 2005. Kultur Tiga Jenis Mikroalga (Tetraselmis sp., Chlorella sp. dan Chaetoceros gracilis) dan Pemgaruh Kepadatan Awal Terhadap Pertumbuhan C. Gracilis di Laboratorium. Oseanologi dan Limnologi di Indonesia. No. 37 :43-58. Pusat Penelitian Oseanografi.

Widianingsih. 2010. Eksplorasi Mikroalga yang Berpotensi Sebagai Biofuel dalam Upaya Pencaharian Energi Alterfnatif Yang Terbarukan. Abstrack Penelitian. Undip: Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v4i1.2184

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.