KEMAMPUAN BERBAGAI TINGKATAN STADIUM LARVA KUMBANG Tenebrio molitor L. (COLEOPTERA : TENEBRIONIDAE) DALAM MENGKONSUMSI STYROFOAM (POLYSTYRENE)

Deasy Vidya Carolina Manullang, Nismah Nukmal, Suratman Umar

Abstract


Kumbang Tenebrio molitor atau yang lebih dikenal sebagai ulat hongkong, memiliki nilai ekonomis karena dapat digunakan sebagai pakan ternak maupun obat bagi manusia dan mudah dibudidayakan. Ulat hongkong belum dimanfaatkan secara maksimal, sementara ulat hongkong secara alami memiliki manfaat yang besar sebagai pengurai senyawa organik dan anorganik di alam, dari penelitian terakhir diketahui dapat mengurai styrofoam. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli-Agustus 2016 di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan berbagai tingkatan stadium larva ulat hongkong dalam mengkonsumsi styrofoam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 10 instar larva ulat hongkong sebagai perlakuan dan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam (ANARA) dan dilanjutkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf beda nyata 5% serta dilakukan analisis korelasi antara jumlah styrofoam yang dimakan dengan berat serta panjang ulat hongkong. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pakan styrofoam mempengaruhi berat dan panjang ulat hongkong, serta lama stadium ulat hongkong (p < 0,05). Hasil analisis korelasi antara berat ulat hongkong dan jumlah pakan yang dimakan menunjukan adanya hubungan positif yang sangat kuat (r = 0,96), dan pada korelasi antara panjang ulat hongkong dan jumlah pakan yang dimakan menunjukkan adanya hubungan postif yang kuat (r = 0,66).

Keywords


Tenebrio molitor; stadium; styrofoam; konsumsi

Full Text:

PDF

References


Dish, C. 2006. Superworms, Mealworms, and Giant Mealworms. diakses: www.chameleonsdish.com/insects/wormdi ff.htm. diunduh : 11 Juli 2008.

Gao, D., Yuan, X., Liang, H., and Wu, W.M. 2010. “Comparison of biological removal via nitrite with real-time control using aerobic granular sludge and flocculent activated sludge”, Appl MicrobiolBiotechnol, 89 (10) : 1645–1652.

Noerdjito, W. A., 2003, Keragaman kumbang (Coleoptera). di dalam: Amir M, Kahono S. Serangga taman nasional Gunung Halimun Jawa Bagian Barat, JICA Biodiversity Conservation Project, 149- 200.

Ross, H.H., C.A. Ross and J.R.P.Ross. 1982. A Textbook of Entomology. 4 Edit. John Willey and Sons Inc. New York.

Setiana, D. 2006. Jumlah dan bobot massa larva ulat Tenebrio molitor pada media bertelur yang berbeda. (Skripsi). Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sihombing, D. T. H. 1999. Satwa Harapan I: Cacing Tanah, Bekicot, Keong, Kupu-kupu, Ulat Hongkong. Pengantar Ilmu dan Teknologi Budidaya. Pusaka Wirausaha Muda. Bogor.

Sitompul, R. H. 2006. Pertumbuhan dan konversi pakan ulat tepung (Tenebrio molitor L.) pada kombinasi pakan komersial dengan dedak padi, onggok, dan pollard. (Skripsi). Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sugiyono. 2007. Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Widayat, W. 2009. Pemanfaatan mealworm (Larva Tenebrio molitorL.) sebagai solusi pencemaran tanah dari sampah plastik. (Skripsi). Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Institut Pertanian Bogor. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v5i1.2180

Refbacks

  • There are currently no refbacks.