ANALISIS VEGETASI DI BLOK INTI HUTAN LINDUNG REGISTER 21 KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN XI KABUPATEN PESAWARAN

Tedy Rendra, Duryat Duryat, Afif Bintoro

Abstract


Sumber daya hutan harus terjaga kelestariannya salah satunya adalah hutan lindung. Hutan lindung mempunyai fungsi mengatur tata air. Vegetasi tanaman pada hutan lindung sangat penting untuk mempertahankan fungsinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui komposisi vegetasi blok inti hutan lindung. Penelitian dilakukan pada blok inti hutan lindung register 21 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) XI Pesawaran pada bulan Agustus – Oktober 2017. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode continuous sampling with random start dengan jumlah plot sebanyak 45 buah. Analisis dilakukan menggunakan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil analisis menunjukkan terdapat 40 jenis tanaman yang terdiri atas 21 famili, didominasi oleh Theobroma cacao dengan INP sebesar 130%.

Keywords


Blok Inti; Hutan Lindung; Komposisi; Struktur

Full Text:

PDF

References


Cahyanto, T., Chairunnisa, D. and Sudjarwo, T. (2014) ‘Analisis vegetasi pohon hutan alam Gunung Manglayang Kabupaten Bandung’, Jurnal ISTEK, VIII(2), pp. 145–161.

Efendi, M. et al. (2016) ‘Komposisi dan keanekaragaman flora di Gunung Pesagi, Sumatera’, Prosiding Seminar Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 2(2010), pp. 198–207. doi: 10.13057/psnmbi/m020214.

Herwanti, S. (2016) ‘Analisis pemasaran durian di Desa Talang Mulya Kabupaten Pesawaran’, Jurnal Ilmiah ESAI, 10(1), pp. 65–70.

Hilwan, I., Mulyana, D. and Pananjung, W. G. (2013) ‘Keanekaraaman jenis tumbuhan bawah pada tegakan sengon buto ( Enterolobium cyclocarpum Griseb .) dan trembesi ( Samanea saman Merr .) di lahan pasca tambang batubara PT Kitadin , Embalut , Kutai Kartanagara, Kalimantan Timur’, Jurnal Silvikultur Tropika, 4(1), pp. 6–11.

Indriyanto (2008) Ekologi Hutan. 2nd edn. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Kainde, R. P. (2011) ‘Analisis Vegetasi Hutan Lindung Gunung Tumpa’, Eugenia, 17(3), pp. 1–11.

Mustari (2014) Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) KPHL Pesawaran. 1st edn. Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung: Kesatuan Pengelolaan Hutan XI Pesawaran.

Nagel, P. J. F. (2011) ‘Pelestarian hutan dalam hubungannya dengan lingkungan dan potensi ekonomi’, Proceeding PESAT (Psikologi, Ekonomi, Sastra, Arsitektur & Sipil), 4(1), pp. 7–13.

Prameswita, W., Ismono, R. H. and Viantimala, B. (2014) ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kakao Provinsi Lampung’, JIIA, 2(1), pp. 1–7.

Widiyanti, P. and Kusmana, C. (2014) ‘Komposisi jenis dan struktur vegetasi pada Kawasan Karst Gunung Cibodas , Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor’, Jurnal Silvikultur Tropika, 5(2), pp. 69–76.

Zulkarnain (2013) ‘Analisis penetapan kriteria kawasan hutan’, Jurnal AGRIFOR, XII(2), pp. 230–243.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v5i1.2177

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.