PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN

Feni Ismiyati, Nuning Nurcahyani, M. Kanedi

Abstract


Kebisingan adalah salah satu faktor stres bagi manusia. Stress karena bising dapat mempengaruhi sistem endokrin sehingga membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mem-buktikan bahwa kebisingan dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mencit (Mus musculus L.) jantan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2013 di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok diberi perlakuan kebisingan dengan intensitas kebisingan 85-90 dBA dengan waktu pemaparan 6, 8, 10 dan 12 jam/hari selama 21 hari. Tiap kelompok percobaan terdiri atas 5 individu mencit. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar glukosa darah mencit. Hasil pengamatan di analisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan dengan intensitas 85-90 dBA meningkatkan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus L.) jantan. Rerata kadar glukosa darah mencit jantan yang diberi perlakuan kebisingan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol dan kadar glukosa darah tertinggi pada pemaparan 12 jam/hari adalah 194 mg/dL.

Keywords


Kebisingan; glukosa darah; mencit (Mus musculus L.) jantan

Full Text:

PDF

References


Campbell, N.A, B.R. Jane, dan G.M. Lawrence. 2004. Biologi, (Terjemahan): Manalu, W. Edisi kelima jilid III. Erlangga. Jakarta.

Dirjektorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Departemen Kesehatan RI. 1993. Pelatihan Petugas Pengawas Tingkat Kebisingan Model III. Jakarta.

Fezil M., M. P. Narmadha, dan B. Benson. 2013. Influence of Occupational Noise on Insulin, Blood Glucose, Homocysteine, Blood Pressure and Heart Rate Internatio-nal Journal of Pharmaceutical and Clinical Science 3 (2):14-19.

Fox, C dan A. Kilvert. 2010. Bersahabat dengan Diabetes Tipe Dua. Penebar Plus. Depok.

Ghupta, S. dan C. Ghatak. 2011. Environmental Noise Assessment and its Effect on Human Health in an Urban Area. Interna-tional Journal of Environmental Sciences Volume 1, No 7 :1954-1964.

Hastuti,S., E. Supriyono, I. Mokoginta, dan Subandiyono. 2003. Respon Glukosa Da-rah Ikan Gurami (Osphronemus gouramy, LAC.) Terhadap Stres Perubahan Suhu Lingkungan. Jurnal Akuakultur Indonesia. Indonesia 2(2): 73-77.

Inayah. 2008. Pengaruh Kebisingan terhadap Jumlah Leukosit Mencit BALB/C. Universitas Diponegoro. Semarang.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup. 1996. Kep 48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Jakarta.

Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. 51 tahun 1999. Nilai Ambang Batas Iklim Kerja dalam Kebisingan di Tempat Kerja. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Jakarta.

Kusumawati, D. 2004. Bersahabat dengan Hewan Coba. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Marpaung, S.S. 2006. Pengaruh Kebisingan Intensitas Tinggi terhadap Kadar Kortisol pada Tikus Jantan. Majalah kedokteran Nusantara Volume 39 No 32 : 94-99.

Price, S.A dan L.M. Wilson. 2002. Patofisiologi Konsep Klinis Proses Penyakit. EGC. Jakarta.

Sherwood, L. 1996. Human Physiology : from cells to systems. Thomson Publishing Inc. Virginia.

Singhal, S., B.Yadav, S.F. Hasmi, dan M.D Muzammil . 2009. Effects of Workplace Noise on Blood Pressure and Heart Rate. Biomedical Research 20 (2): 122-126.

Smeltzer, S.C dan B.G Bare. 2008. Buku Ajar Keperawatan Medical Bedah. EGC. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v1i2.2114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.