PENGARUH RADIASI LAMPU MERKURI TERHADAP BERAT DAN PANJANG FETUS MENCIT (Mus musculus L.)

Dewi Selvia, Nuning Nurcahyani, Hendri Busman

Abstract


Radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan oleh lampu merkuri dapat mem- pengaruhi proses pembelahan sel embrio mencit. Radiasi yang mengenai sel embrio tersebut akan menyebabkan pertumbuhan tidak normal dan mempengaruhi morfologi fetus mencit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi lampu merkuri terhadap berat dan panjang fetus mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan pemajanan lampu merkuri selama 18 hari sebagai bentuk perlakuan terhadap mencit bunting. Hasil analisis ragam berat badan fetus dan panjang fetus menunjukkan perbedaan nyata terhadap kontrol, dan uji lanjut BNT 5% pada berat badan menunjukkan hasil bahwa semua perlakuan memiliki pengaruh yang berbeda, kecuali pada perlakuan pemajanan 12 jam/hari dan 16 jam/hari menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda. Panjang fetus kontrol menunjukkan perbedaan dengan semua perlakuan, tetapi pemajanan 4 jam/hari tidak berbeda dengan pemajanan 8 jam/hari, begitu juga antara pemajanan 12 dan 16 jam/hari tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda.

Keywords


Radiasi; fetus; mencit (Mus musculus L.)

Full Text:

PDF

References


Almahdy, A. 2007. Teratogenic and fertility evaluation of safrole on mice, Artocarpus, 7, (1), 49-53.

Anies. 2003. Gangguan kesehatan pada keluarga yang bertempat tinggal di bawah saluran udara extra tinggi 500 kV. Jurnal Kedokteran YARSI. 9: 2-101.

Fathony, M. 2011. Radiasi Elektro-magnetik dari Alat Elektronik dan Efeknya bagi Kesehatan. Kepala Bidang Dosimetri, Puslitbang Keselamatan Radiasi dan Biomedika Nuklir, Batan.

Hutahuruk, T.S. 1996.Transmisi Daya Listrik . Erlangga, Jakarta.

Panjaitan, R.G.P. 2003. Bahaya Gagal Hamil yang Diakibatkan Minuman Beralkohol. http://tumuotou,net/702-07134/ruqiah-gp.htm. Diakses tanggal 20 Juni 2012.

Riedlinger. 2004. Virtual environments. www.rics.org/NR/rdonlyres/C184EA66-ED72-4597-8497-D02039286652/0/ Virtual_ environments20051202.pdf

Rugh, R. 1968. The Mouse: It’s Reproduction and Development. Burgess Publishing Co. Minneapolis.

Sukra, Y. 2000. Wawasan Pengetahuan Embrio: Benih Masa Depan. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta.

Taufik. 2009. Peranan Elektronik pada Komunikasi. (http://akyurakun.blogspot.com). Diakses 7 Juni 2012.

Valentine, C. 2009. Pengaruh Pemajanan Medan Elektromag-netik Extremely Low Frequency Secara Kontinu Terhadap Perubahan Siklus Estrus Mencit (Mus musculus L.) Str ain Swiss Webster (Skripsi). Universitas Indonesia. Jakarta.

Wijayanti, E.D., B.P. Soenardiraharjo, B. dan Utomo. 2008. Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Api-Api (Avicennia marina) terhadap Resorpsi Embrio, Berat Badan dan Panjang Badan Janin Mencit (Mus musculus). Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Wilson, J.G. 1973. Environment and Birth Defects. Academic Press, New York. Pp.6-8.

Wilson, J.G. and J. Warkany. 1975. Teratology Principles and Techniques. University of Chicago Press. Chicago.

Yatim, W. 1994. Reproduksi dan Embrio-logi.Tarsito. Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v1i2.2113

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


J-BEKH: Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati
Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Lampung
Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandarlampung
Lampung 35145


This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.