LAJU PERTUMBUHAN ZOOPLANKTON Diaphanosoma sp. DENGAN PEMBERIAN PAKAN KOMBINASI FITOPLANKTON Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. DAN Dunaliella sp. DI LABORATORIUM

Bertha Wina, Sri Murwani, Emy Rusyani

Abstract


Diaphanosoma sp. atau dikenal sebagai kutu laut, berpotensi sebagai pakan hidup untuk larva ikan dan udang karena siklus hidupnya relatif singkat sehingga memungkinkan untuk diproduksi secara masal. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan kombinasi fitoplankton Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. dan Dunaliella sp terhadap laju pertumbuhan populasi Diaphanosoma sp. maka dilakukan serangkaian penelitian pada skala laboratorium dari bulan Maret sampai April 2013 di Laboratorium Pakan hidup Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan, 1064 Ind/L dan pertumbuhan populasi tertinggi, 87,634 %, terdapat pada kultur yang diberi pakan 50 %Tetraselmis sp. + 25 % Nannochloropsis sp. + 25 % Dunaliella sp.. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa pakan kombinasi Tetraselmis sp. 50 % + Nannochloropsis sp. 25 % + Dunaliella sp. 25 % memiliki kandungan gizi yang paling baik yaitu protein 44,46 %, karbohidrat 10,34 % dan lemak 4,21 %.

Keywords


Laju pertumbuhan; Diaphanosoma sp.; Tetraselmis sp.; Nannochloropsis sp.; Dunaliella sp.

Full Text:

PDF

References


Buwono, I. D. 2002. Tambak Udang Windu : Sistem Pengelolaan Berpola Intensif. Kani-sius. Yogyakarta.

Djarijah. A. S. 1995. Pakan Ikan Alami. Kani-sius : Yogyakarta.

Effendi, H. 2000. Telaah Kualitas Air : Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan IPB. Bogor.

Isnansetyo, A. dan Kurniastuty. 1995. Teknik Kultur Fitoplankton dull Zooplankton: Pakan Alami untuk Pembenihan Organisme Laut, Kanisius : Yogyakarta.

Kokarkin, C. dan B. W. Prastowo, 1998. Manfaat Strategis kutu air, Diaphanosoma celebensis dalam Budidaya dan Managemen Lingkungan Pantai". Balai Budidaya Air Payau Jepara.

Mudjiman, A. 2004. Makanan Ikan (edisi revisi). Penebar Swadaya. Jakarta.

Novianty, S. 2000. Pengaruh Kepadatan Chaetoceros sp. (Bacillariophyceae) Terhadap Laju Pertumbuhan Cyclops sp (Crustaceae) Dalam Kondisi Laboratorium. Skripsi. Jurusan BiologiFMIPA Universitas Sriwijaya. Inderalaya.

Romimohtarto, K., dan Juwana. S 2001. Biologi Laut: Ilmu Pengetahuan Tentang Biota Laut. Djambatan. Jakarta.

Rusyani, E., L. Erawati. dan A. Hermawan. 2005. Budidava Zooplankton dalam Pembenihan Kuda Laut. Balai Budidava Laut Lampung Dirjen Perikanan Budidava DKP. Lampung.

Sachlan, M. 1982. Planktonologi. Fakultas perternakan dan Perikanan Universitas Dipenegoro. Semarang.

Soelistyowati. 1978. Pengaruh Beberapa Jenis Pakan Terhadap Pertumbuhan Diaphanosoma sp. Skripsi. Universitas Diponegoro. Semarang.

Supriya, A. Hafiz dan Mustamin. 2002. Persyaratan Budidaya "Zooplankton dalam Budidava Fitoplankton dan Zoo-plankton. Balai Budidava Laut Lampung. Lampung.

Tjahjo, L. Erawati dan Hanung. 2002. Biologi Fitoplankton dalam Budidaya Fitoplank-ton dan Zooplankton. Balai Budidaya Laut Lampung. Lampung.

Thariq, M., V. Retno., S. Antoro, dan L. Erawati. 2007. Biologi Fitoplankton dan Zooplankton dalam Budidaya Fitoplankton dan Zooplankton. Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung. Lampung.




DOI: http://dx.doi.org/10.23960%2Fj-bekh.v1i2.2094

Refbacks

  • There are currently no refbacks.