POTENSI EKSTRAK CACING BIRU Peryonix excavatus SEBAGAI SENYAWA ANTIBAKTERI PADA PELARUT KLOROFORM TERHADAP BEBERAPA BAKTERI PATOGEN

Zohra Hasyim, Dirayah R. Husain, Puji Lestari

Abstract


Penelitian tentang  Potensi Ekstrak Cacing Biru  Perionyx excavatus  sebagai Senyawa Antibakteri  terhadap beberapa Bakteri Patogen. Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi dan efektivitas daya hambat dari ekstrak cacing biru Perionyx excavatus  menggunakan pelarut kloroform terhadap  spesies  Escherichia coli, Salmonella thypi,    Staphylococcus aureus, dan Vibrio cholerae. Penelitian ini meliputi penyarian ekstrak cacing tanah dengan metode maserasi menggunakan metanol sebagai pelarut. Ekstrak metanol kental di tambahkan kloroform dan di biarkan memisah. Suspensi ekstrak kloroform cacing tanah yang diperoleh diencerkan pada beberapa konsentrasi yaitu 1%, 3%, 5%, 7%, dan 10% b/v . Uji antibakteri dilakukan  dengan metode difusi agar pada medium Mueller Hinton Agar (MHA) setelah diinkubasi selama 24 jam di peroleh hasil bioaktifitas antibakteri terbesar pada konsentrasi 10% dengan diameter hambatan 14,80 mm terhadap Escherichia coli, 12,66 mm terhadap Salmonella thypi, 13,85 mm terhadap  Staphylococcus aureus,  dan 12,10 mm terhadap  Vibrio cholerae.  Setelah 48 jam diameter zona hambatannya menurun sehingga dikatakan bersifat bakteriostatik.   Kata kunci:  Cacing biru  Perionyx excavatus,  Kloroform,  Escherichia coli, Salmonella thypi,  Staphylococcus aureus, dan Vibrio cholerae

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.