TINGKAT PERTUMBUHAN SPESIFIK DAN SINTASAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus Linn.) MELALUI PEMBERIAN PAKAN PELET BERCAMPUR BAGAS YANG DIFERMENTASI DENGAN ISOLAT JAMUR

Yan Angga Fauzi, C.N Ekowati C.N Ekowati, G. Nugroho Susanto, Mucharomah Prayuwidayati

Abstract


Bagas merupakan salah satu komponen nabati yang mengandung serat kasar sebesar 46,5% dan kandungan protein sebesar 1,6% serta kecernaannya yang sangat rendah.  Kandungan serat pada bagas dapat diuraikan oleh jamur selulolitik melalui proses fermentasi. Hasil dari fermentasi bagas tersebut dapat digunakan sebagai bahan campuran pakan ikan. Akan tetapi, jamur dapat menghasilkan berbagai mikotoksin.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan dan sintasan ikan nila (Oreochromis niloticus  Linn.) melalui pemberian pakan pelet bercampur bagas yang difermentasi dengan isolat jamur.  Bagas yang digunakan sebagai pakan merupakan bagas yang difermentasi dengan isolat jamur Aspergillus spp.2 dan Penicillium spp.1.  Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok disusun secara faktorial.  Analisis data menggunakan Analisis Ragam (Anara) dan apabila terdapat perbedaan, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan spesifik dan panjang ikan perlakuan 10%, 20%, 30% dan 40% pada pemberian pakan pelet bercampur isolat jamur Aspergillus spp.2 dan Penicillium spp.1 berbeda nyata bila dibandingkan dengan kontrol (0%).  Sintasan yang diperoleh dari penelitian ini tergolong cukup tinggi, yaitu berkisar antara 90% hingga 100%.  Hal ini menunjukkan bahwa pakan pelet bercampur bagas yang difermentasi dengan isolat jamur tidak bersifat toksik sehingga aman dijadikan pakan pelet ikan.  Kata kunci:  Pertumbuhan Spesifik Ikan Nila, Sintasan Ikan Nila, Ampas Tebu (Bagas), Fermentasi, Isolat Jamur.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.