RENDEMEN DAN KARAKTERISTIK FUNGSIONAL PRODUK ETANOLISIS KASAR DARI CAMPURAN PKO DAN CPO

Murhadi Murhadi, Ahmad Sapta Zuidar, Ratna Liana Fanny

Abstract


Salah satu produk turunan buah sawit (Elaeis quineensis Jacq) adalah produk monogliserida dan atau digliserida (emulsifier) yang dapat diproduksi melalui reaksi etanolisis (transesterifikasi). Penelitian terdiri dari factor: nisbah campuran PKO terhadap CPO (0,25; 0,50; 0,75; 1,00; 1,25; 1,50; 1,75; dan 2,00; b/b) dan waktu reaksi etanolisis (4, 8, 12, dan 16 menit). Sebanyak 50,00 g campuran PKO dan CPO (40±2oC) ditambah 80 mL larutan etanol 96%-NaOH 1% (b/b minyak), diaduk terus (menit), lalu ditambah 14 tetes HCl 35%. Campuran produk reaksi dimasukkan ke dalam separating funnel (10-15 menit) dan dipisahkan lapisan atas (produk etanolisis kasar) dari lapisan bawah. Hasilnya terdapat kecenderungan peningkatan rendemen produk pada nisbah PKO terhadap CPO sampai 1,50 (b/b) pada waktu reaksi 4 dan 8 menit, rendemen rata-rata 41,88%. Nilai diameter zona hambat rata-rata produk terhadap Escherichia coli ATCC 25922, Staphylococcus aureus ATCC 25923, dan Bacillus cereus ATCC 11778, masing-masing: 16,96 ( 6,12); 15,03 ( 2,08); dan 13,70 ( 2,41) mm. Terdapat kecenderungan aktivitas antibakteri tertinggi dari produk pada nisbah 1,25 dan 1,50, pada waktu reaksi 4 dan 8 menit. Penambahan produk 3% ke dalam santan kelapa segar, relatif dapat meningkatkan stabilitas emulsi ratarata 7,39%, dengan peningkatan stabilitas emulsi tertinggi (13,39%) pada nisbah 1,25 (b/b) dan waktu reaksi 8 menit.

 

Katakunci: PKO, CPO, etanolisis, antibakteri, emulsifier.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.