KAJIAN KERAGAAN SAMPAH ORGANIK PASAR TRADISIONAL DAN POTENSI PEMANFAATNNYA SEBAGAI KOMPOS DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Helviana Roza Chandau, Muhammad Kamal, Agus Setiawan

Abstract


Sampah pasar merupakan sumber sampah organik yang dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos. Tingginya penggunaan kompos oleh petani menjadikan sampah pasar menjadi peluang sebagai bahan dasar pembuatan kompos. Jumlah pasar tradisional yang ada di Kota Bandar Lampung yang cukup banyak dan volume sampah setiap hari yang harus dibuang sedikitnya mencapai 250 meter kubik dan akan terus meningkat menjadikan salah satu pendukung tersedianya sampah organik. Namun, sampah pasar yang cukup banyak ini tidak terkelola dengan baik karena masih tercampur antara sampah organik dan non organik. Untuk itu di perlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keragaan sampah organik pasar di Bandar Lampung, jumlah kompos yang di hasilkan dari limbah organik lunak, nilai nutrisi yang terkandung dalam sampah kompos pasar, dan pengaruh kompos sampah pasar terhadap produksi sayuran dan keamanannya untuk di konsumsi. Penelitian ini di lakukan dengan metode survei dan percobaan di Lapangan dan di Laboratorium. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui keragaan sampah pasar di Bandar Lampung menunjukkan bahwa jumlah sampah organik berkisar antara 82 – 95%, sampah kertas 1-7%, dan sampah plastik 4-12%. Keragaan sampah organik dan sampah plastik antar pasar homogen sedangkan keragaan sampah kertas antar pasar heterogen. Jumlah kompos yang hasilkan dari 100 kg sampah organik pasar yang telah melalui proses pengomposan dengan metode penambahan EM 4 adalah 76 - 90 kg. Nilai nutrisi N, P, K, C pada kompos yang dihasilkan telah sesuai dengan SNI No. 19-7030-2004. C/N rasio pada kompos Pasar Smep dan Pasar Wayhalim berkisar 19 -20 % sesuai dengan SNI, sedangkan pada Pasar Kangkung dan Pasar Tamin melebihi standar SNI yaitu 22%, namun nilai ini tidak melebihi dari standar KEPMENTAN dan keputusan para pakar lingkup Puslitbangtanak Direktorat Pupuk & Pestisida, IPB Jurusan Tanah, Depperindag, serta Asosiasi Pengusaha Pupuk dan Pengguna yaitu 10-25%. Hasil panen sawi dari tanah yang di beri kompos sampah organik pasar lebih banyak di bandingkan dengan sawi yang di tanam pada tanah tanpa kompos. Dan uji kandungan Fe pada sawi menunjukkan nilai di bawah 5 ppm sesuai dengan SNI 7387: 2009 sehingga sawi tersebut aman untuk di konsumsi. Kata kunci : Keragaan Sampah Pasar, Kompos, Unsur Hara Kompos Pasar, Produksi Sawi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.