PENGARUH RASIO SELULOSA/NaOH PADA TAHAP ALKALINISASI TERHADAP PRODUKSI NATRIUM KARBOKSIMETILSELULOSA (Na-CMC) DARI RESIDU EUCHEUMA SPINOSSUM

Galuh Ajeng Wekridhany, Yuli Darni, Dewi Agustina I

Abstract


Penelitian pemanfaatan limbah rumput laut sebagai satu produk dasar dari natrium karboksimetilselulosa telah diselesaikan. Na-CMC secara luas digunakan dalam bidang pangan, kimia, perminyakan, pembuatan kertas, tekstil, serta bangunan. Limbah rumput laut Eucheuma Spinossum diekstrak untuk diambil selulosanya dengan menggunakan larutan NaOH 55% pada 100 oC selama 3 jam. Kemudian selulosa tersebut dialkalinisasi dengan larutan NaOH 40%, selama 2 jam pada suhu kamar. Rasio selulosa : NaOH adalah 1:2.5, 1:3, 1:3.5, 1:4, 1:4.5, 1:5 (b/b). Proses penetralan dengan larutan asam asetat dari 98% hingga pH 7. Proses eterifikasi dilaksanakan pada 60 oC untuk 2 jam. Hasil terbaik Na-CMC pada penggunaan rasio selulosa : NaOH sebesar 1:4. Kandungan Na CMC yang diperoleh adalah kandungan natrium di Na-CMC sebesar 7,27 %, viskositas 26,95 cPs, derajat subtitusi sebesar 1,1, dan nilai rendemen sebesar 112,5 %.

Kata kunci: Natrium Karboksometilselulosa, Alkalinisasi.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.