STUDI ANALISIS MINERAL ELEKTROLIT TERTENTU(Ca2+ , Mg2+ dan Cl- ) DALAM AIR MINUM KEMASAN DAN AIR MINUM SUMBER MATA AIR PERMUKAAN TANAH DENGAN MENGGUNAKAN METODE TITRIMETRI EDTA DAN ARGENTOMETRI

Fifi martasih, Ni Luh Gede Ratna Juliasih, Ratna Maulina Dewi

Abstract


Air merupakan sarana utama meningkatkan pemenuhan kebutuhan vital makhluk hidup. Sumber air minum yang memenuhi syarat sebagai air baku air minum jumlahnya makin lama makin berkurang dan rata - rata sudah tercemar oleh limbah atau bahan lain sehingga tidak layak untuk dikonsumsi, akibatnya masyarakat perkotaan saat ini menjadi sangat tergantung kepada air minum dalam kemasan (AMDK). Air minum dalam kemasan yang beredar di pasaran bersumber dari sumber air seperti mata air pegunungan atau air tanah permukaan yang selanjutnya di proses sehingga memenuhi persyaratan air minum. Syarat air minum secara kimia diantaranya adalah pemeriksaan kadar kesadahan (Ca2+ dan Mg2+) dengan batas maksimum 500 mg / L dan kadar klorida (Cl- ) dengan batas maksimum 250 mg / L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air minum dalam kemasan (SK1 dan SK2) memiliki kadar kesadahan total berturut-turut sebesar 20 mg / L dan 62 mg / L serta kadar klorida berturut-turut sebesar 0 mg / L dan 7,49 mg / L. Air permukaan tanah yang berasal dari perumahan dengan lokasi yang berbeda (AT1 dan AT2) memiliki kadar kesadahan total berturut-turut sebesar 40 mg / L dan 68 mg / L serta kadar klorida berturut-turut sebesar 31,99 mg / L dan 35,98 mg / L. Air permukaan tanah yang berasal dari sumber mata air pegunungan (AG) memiliki kadar kesadahan total sebesar 40 mg / L dan kadar klorida sebesar 3,99 mg / L. Berdasarkan hasil tersebut, air dalam kemasan dan air permukaan tanah dari segi kesadahan dan klorida telah memenuhi standar persyaratan kualitas air minum menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI NO. 492 / MENKES / PER / IV / 2010 dan layak untuk digunakan.

Kata kunci : Analisis mineral elektrolit, air minum, metode titrimetri EDTA, metode argentometri.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.