PENGARUH PENAMBAHAN UREA TERHADAP DEGRADASI BAGAS OLEH ISOLAT Aspergillus spp.1 DARI BAGAS

zahra wand asfarini

Abstract



Bagas  merupakan  hasil  samping  dari  batang  tebu  yang  diekstraksi  cairannya.    Bagas
mengandung  senyawa-senyawa  kompleks  seperti  selulosa,  hemiselulosa,  lignin,  dan
protein,  sehingga  berpotensi  sebagai  media  pertumbuhan  mikroba.   Senyawa  kompleks
tersebut dapat diuraikan menjadi senyawa sederhana oleh fungi.  Fungi dapat menghasilkan
enzim ekstraseluler.  Salah satu sumber nutrisi yang diperlukan untuk sintesis enzim adalah
nitrogen.    Penambahan  urea  dalam  media  fermentasi  bagas  diharapkan  dapat
meningkatkan jumlah enzim ekstraseluler, sehingga meningkatkan degradasi bagas.
Penelitian  ini bertujuan  untuk mengetahui pengaruh  penambahan  urea  terhadap degradasi
bagas  oleh  isolat  Aspergillus  spp.1  dari  bagas.    Parameter  utama  yang  diukur  yaitu
persentase pengurangan berat kering bagas dan parameter pendukung degradasi berbagai
substrat  terhadap  kadar  gula  pereduksi  yang  dihasilkan.   Hasil  penelitian  menunjukkan
bahwa  penambahan  urea  memberikan  pengaruh  yang  nyata  terhadap  persentase
pengurangan  berat  kering  bagas.    Persentase  pengurangan  berat  kering  bagas  tertinggi
didapatkan pada kadar urea 0,12% (w/v) sebesar 5,74% dan persentase pengurangan berat
kering bagas terendah yaitu sebesar 0,82% pada kadar urea 0% (w/v).Bagas paling banyak
menghasilkan enzim hidrolase.  Substrat yang paling banyak didegradasi yaitu CMC dengan
menghasilkan  gula  pereduksi  sebesar  0,76  mg/ml,  sedangkan  pada  substrat  bagas  dan
jerami padi dihasilkan gula pereduksi masing-masing sebesar 0,40 mg/ml dan 0,23 mg/ml.   

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.