MONITORING MAGNETIK TERHADAP POLUSI DI KOTA PADANG

Mahrizal Mahrizal, Fatni Mufit

Abstract


Kebanyakan hasil proses industri, kenderaan bermotor, pekerjaan konstruksi, pembakaran di rumah tangga, dan sumber-sumber lainnya menghasilkan partikel-partikel yang berterbangan di udara dalam bentuk (dust) atau abu terbang (fly ash). Partikel-partikel sebagian bergerak di udara mengikuti aliran udara dan sebagian yang dekat permukaan akan mengendap pada tumbuhan, bangunan atau tanah permukaan (topsoil). Penelitian dalam bidang ini terutama dengan menggunakan pemantauan polusi secara magnetik sangat jarang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi yang lebih detail mengenai karakterisasi mineral magnetik yang terkandung dalam polutan di beberapa lokasi kecamatan di kota Padang yang meliputi penentuan suseptibilitas magnetik dari mineral magnetik tersebut. Metoda penelitian yang digunakan adalah pengukuran suseptibilitas magnetik sampel untuk mengetahui kondisi polutan berupa mineral magnetik yang terkandung pada debu dan abu terbang yang terkumpul pada top soil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai suseptibilitas magnetik top soil adalah paling besar untuk kecamatan yang jauh dari sumber polutan yaitu pabrik-pabrik yang kebanyakan berlokasi di Kecamatan Lubuk Kilangan. Nilai ini menunjukkan urutan besarnya polusi udara yang berarti bahwa debu dan abu terbangnya mengandung polutan berbentuk mineral magnetik yang tergolong jenis mineral oksida besi  yaitu magnetite, hematite, dan maghemite.
Kata kunci :  Identifikasi mineral magnetik, suseptibilitas magnetik, polusi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.