Transpor Volume Massa Air Di Selat Sunda Akibat Interaksi Enso, Monsun dan Dipole Mode

Muhammad Ishak Jumarang, Nining Sari Ningsih

Abstract


Dalam penelitian ini telah dilakukan simulasi transpor volume di Selat Sunda dengan menggunakan model numerik 3D Barotropik POM (The Princeton Ocean Model) yang dimodifikasi oleh Ningsih (2000). Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui variabilitas bulanan transpor volume akibat interaksi ENSO, Monsun dan Dipole Mode(DM). Skenario simulasi yang dilakukan yakni skenario yang menggunakan angin dan beda elevasi Laut Jawa – Samudera Hindia. skenario tersebut dilakukan pada tahun kejadian El Nino 1997-1998. Selanjutnya hasil simulasi dianalisis dengan menggunakan metode korelasi silang antara transpor volume dengan anomali suhu permukaan laut di Niño3.4, kecepatan angin meridional dan Dipole Mode Indeks. Analisis dilakukan untuk tahun kejadian El Niño 1997 - 1998. Simulasi model menunjukkan hasil bahwa transpor volume mengalir ke arah Samudera Hindia sepanjang tahun (-0,18 s.d -0,72 Sv) kecuali pada bulan Februari – April 1998 (0,12 Sv s.d 0,009 Sv). Koefisien korelasi silang antara transpor volume dengan anomali SPL di Nino3.4, DMI dan monsun dengan skenario ini menghasilkan secara berturut-turut r(5)=0,53; r(4)=0,51 dan r(0)=0,70. Koefisien korelasi silang menunjukkan bahwa perubahan transpor volume di Selat Sunda lebih dominan dipengaruhi oleh monsun daripada ENSO dan DMI.

Kata kunci : Selat Sunda, ENSO, Dipole Mode, Monsun.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.