ANALISIS CURAH HUJAN KOTA PADANG PADA SAAT PERISTIWA MADDEN JULIAN OSCILLATION (MJO) PERIODE 1980-2010

Nofi Yendri Sudiar, Plato M Siregar

Abstract


Madden Julian Oscillation (MJO) merupakan suatu fenomena yang berpengaruh terhadap pola aktivitas awan konvektif dan pola curah hujan, dengan demikian penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis karakteristik MJO dengan peningkatan curah hujan akibat aktivitas konveksi di kota Padang. Data harian curah hujan observasi di tujuh stasiun pengamatan dilakukan analisis spektrum daya wavelet untuk mengetahui pola curah hujan di wilayah tersebut, selanjutnya dilihat hubungannya dengan MJO. Hasil penting yang diperoleh berdasarkan data curah hujan adalah kota Padang mempunyai pola ekuatorial. Hasil korelasi yang diperoleh antara MJO kuat dengan curah hujan pada fasa 3 adalah -0,54 sampai -0,687 dan fasa 4 adalah -0,564 sampai -0,69 dengan tingkat kepercayaan 90%-95%. Hasil ini menunjukkan bahwa kejadian MJO kuat pada fasa 3 dan 4 tidak secara langsung mempengaruhi peningkatan curah hujan, karena adanya beda fasa dan keterlambatan pada tujuh stasiun pengamatan di sekitar kota Padang. Secara fisis beda fasa dan keterlambatan ini berarti bahwa sewaktu MJO kuat memasuki wilayah kota Padang terjadi proses pertumbuhan awan dan setelah MJO kuat keluar wilayah ini barulah awan yang telah terbentuk tersebut berubah menjadi hujan. Untuk kategori di atas normal, kelebihan curah hujan saat MJO kuat fasa 3 adalah pada stasiun pengamatan Tabing dan Simpang Alai berturut-turut 122% dan 120%, serta saat MJO kuat fasa 4 adalah pada stasiun pengamatan Gunung Sariak, Kasang, Gunung Nago, Batu Busuk dan Ladang Padi berturu-turut 118%, 116%, 123%, 119% dan 117%.
Kata kunci: MJO, curah hujan, wavelet.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.