Analisis Percepatan Getaran Tanah Maksimum dan Tingkat Kerentanan Seismik Daerah Ratu Agung Kota Bengkulu

Refrizon Refrizon, Arif Ismul Hadi, Kurnia Lestari, Tria Oktari

Abstract


Bengkulu merupakan daerah aktif gempa bumi yang disebabkan oleh posisinya secara geografis terletak dekat dengan pertemuan lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Kejadian gempabumi besar 7,3 SR tahun 2000 dan 7,9 SR tahun 2007 menyebabkan kerusakan parah berupa amblasan permukaan tanah di Ratu Agung Bengkulu. Penelitian ini dilakukan  untuk  mengetahui  nilai  percepatan  getaran  tanah  maksimum  dan  kerentanan seismik di daerah sekitar terjadinya amblasan tersebut. Pengambilan data dilakukan pada 3,8036º-3,8057ºLS dan 102,2810º-102,2827ºBT menggunakan seismogram yang dilengkapi sensor DS-4A dan TDL-303 Digital Portable Seismograph untuk mendapatkan frekwensi dominan getaran dan GPS untuk menentukan posisi. Nilai percepatan getaran tanah dihitung dengan persamaan Kanai dan data gempa dari   BMKG Kepahiang yaitu data kegempaan Bengkulu selama 41 tahun (1970-2011) dengan Magnitudo ≥5 SR dan kedalaman ≤70 km. Percepatan getaran tanah maksimum di Ratu Agung berkisar 136,95-380,26 gal yang berada pada skala VIII dan IX  Modified Mercalli Intensity (MMI). Indeks kerentanan seismik tertinggi 8,677 dengan ketebalan lapisan sedimen 47,99 m serta indeks kerentanan seismik terendah 1,057 dengan ketebalan lapisan sedimen 18,59 m. Titik yang mengalami kerusakan cukup parah yang ditandai terjadi amblasan tersebut memiliki indeks kerentanan seismik yang besar serta bersesuaian dengan ketebalan sedimen dan tingkat kerusakan pada saat terjadi gempabumi.

Keywords : Percepatan Getaran Maksimum, Kerentanan Seismik, Seismometer, Kanai.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.