PENGARUH TEMPERATUR OPERASIONAL TERHADAP KEKUATAN KOMPONEN GRATE PLATE PADA INDUSTRI SEMEN

Arif Tjahjono

Abstract


Dalam penelitian ini akan diamati tentang pengaruh temperatur operasional terhadap kekuatan komponen grate plate pada industri semen melalui pengujian tarik dan creep pada temperatur 650 0C, 750°C dan 850°C, serta mengamati perubahan fasa dan morfologi permukaannya melalui XRD dan metalografi. Dari hasil pengujian tarik dan creep yang telah dilakukan menunjukan bahwa tingginya temperatur operasional ternyata sangat mempengaruhi kekuatan dari grate plate. Hal ini terlihat dari nilai kekuatan tarik yang cenderung menurun seiring dengan naiknya temperatur operasional yaitu 566,90 N/mm2 pada temperatur ruang, menjadi 239,45 N/mm2 pada temperatur 850 0C. Begitu pula halnya dari hasil pengujian creep, pada temperatur 650 0C dengan beban 35 kg grate plate putus setelah 304,2 jam, namun pada temperatur 850 oC dengan pembebanan yang sama waktu putusnya hanya 2,4 jam. Hasil ini juga diperkuat dari pengujian XRD dan metalografinya, dimana pada temperatur ruang material grate plate tersusun dari fasa austenite (-Fe, Ni dan Fe, C) yang dikelilingi oleh jaringan karbida primer yang berupa presipitat Cr7C3 yang terbentuk secara merata, namun pada temperatur 850 0C presipitat Cr7C3 tumbuh secara tidak merata lagi dengan adanya penumpukan disepanjang batas butir, hal inilah awal penyebab terjadinya kerusakan. Untuk mendapatkan kekuatan yang optimal maka sebaiknya temperatur operasional grate plate dijaga agar tidak melebihi 650 0C, karena pada temperatur ini terlihat grate plate masih belum mengalami penurunan kekuatan secara signifikan.

 KeywordsGrate Plate, Fasa Austenit, Presipitat Cr7C3

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.