Penerapan Pembelajaran Fisika SMA Berbasis Kegiatan Laboratorium

Amali Putra

Abstract


Dalam pelajaran  fisika di SMA, agar  kompetensi  ilmiah siswa meningkat,  dapat dilakukan melalui pendekatan ilmiah dalam bentuk kegiatan laboratorium. Hasil penelitian pendahuluan  pada SMA Negeri di kota Padang  menunjukkan  bahwa  dalam  pelaksanaan kegiatan labortorium masih dihadapkan pada berbagai faktor kendala seperti : set alat yang tidak lengkap, alat dan bahan yang tidak tersedia, petunjuk  kegiatan yang tidak memadai, alat-alat laboratorium yang rusak, dan sebagainya, sehingga keterlaksanaan kegiatan laboratorium hanya berkisar antara 22 – 50 % dari tuntutan kurikulum. Dari berbagai teori, dan hasil penelitian yang telah dilakukan  menunjukkan bahwa dengan menggunakan peralatan dan bahan sederhana yang ada di sekitar kita yang dirancang oleh guru untuk menanamkan konsep   justru   dapat meningkatkan kemampuan siswa   dalam   memahami pelajaran, menjelaskan konsep, memecahkan masalah, berfikir kritis, bertanya, serta hasil belajarnya. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi, diperlukan bahan ajar berbasis kegiatan  laboratorium  yang  bertujuan  untuk  meningkatkan    kompetensi    ilmiah  siswa. Kegiatan Laboratorium disusun berdasarkan tuntutan kurikulum, dan disesuaikan dengan alat  dan bahan yang umumnya  ada  di  sekolah,  serta    peralatan  sederhana    yang dapat dirancang guru. Dengan menggunakan bahan ajar yang disusun, dilakukan  penelitian quasi eksperimen dengan menggunakan 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol terhadap siswa  kelas    X    semester  1    pada  salah  SMA  Negeri  6    Padang.      Hasil    penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pencapaian kompetensi siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi  dibandingkan  kelas  kontrol,       Berdasrakan  hasil    yang    diperoleh    penerapan pembelajaran fisika lebih efektif dalam mencapai kompetensi ilmiah siswa untuk aspek psikomotor dibandingkan aspek afektif dan kognitif. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat  perbedaan yang signifikan  pencapaian kompetensi  antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada taraf kepercayaan 95 % . Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan laboratorium dalam pelajaran fisika dapat  memberikan pencapaian kompetensi ilmiah siswa yang lebih baik, mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor dibandingkan hanya dengan pembelajaran konvensional/ekspositori.

 

Kata kunci:  fisika,  pembelajaran fisika, kegiatan laboratorium, kompetensi lmiah

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.