Pengolahan Bijih Mangan Menjadi Mangan Sulfat Melalui Pelindian Reduktif Menggunakan Asam Oksalat Dalam Suasana Asam

Slamet Sumardi, Mohammad Zaki Mubarok, Nuryadi Saleh

Abstract


Peningkatan nilai tambah mineral melalui kegiatan pengolahan dan pemurnian telah diatur oleh pemerintah. Untuk mineral mangan, batasan minimum pengolahan pemurnian sesuai dengan Permen ESDM No. 7  Tahun 2012 adalah Mn > 60% (untuk paduan Mn) dan MnO2 > 98%. Pengolahan bijih mangan  melalui jalur hidrometalurgi sedang berkembang terutama penggunaan reduktor dalam pelindian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengolahan bijih mangan dengan menggunakan asam oksalat sebagai agen pereduksi dalam suasana asam sulfat. Serangkaian percobaan telah dilakukan untuk mempelajari proses pengolahan bijih mangan menjadi mangan sulfat melalui tahap pelindian, purifikasi dan kristalisasi. Pada tahap pelindian dipelajari pengaruh variasi  konsentrasi asam sulfat, suhu pelindian dan persen solid terhadap persen ekstraksi mangan dan persen keterlarutan besi. Percobaan diawali dengan melalukan preparasi bijih mangan dari Nusa Tenggara Timur yaitu dengan mereduksi ukuran hingga diperoleh -140 mesh. Sampel kemudian dimasukkan kedalam reaktor yang telah berisi Reagen pelindi berupa asam sulfat dan asam oksalat sebagai agen pereduksi. Setiap selang waktu tertentu larutan  diambil untuk dilakukan analisa kadar Mn dan Fe. Setelah enam jam pelindian kemudian dilakukan penyaringan. Filtrat yang diperoleh dianalisa kadar Mn dan Fe dengan menggunakan AAS sedangkan residu dianalisa dengan menggunakan SEM. Larutan hasil pelindian kemudian dilakukan purifikasi yaitu dengan  mengendapkan logam pengotor. Tahap kristalisasi dilakukan untuk mendapatkan kristal mangan sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bijih mangan dapat diekstraksi dengan menggunakan asam oksalat sebagai agen pereduksi dalam suasana asam sulfat. Persen ekstraksi mangan tertinggi  pada pelindian bijih mangan dengan menggunakan asam oksalat sebagai agen pereduksi dicapai pada konsentrasi asam sulfat 6%, suhu pelindian 80oC, persen solid 5%, asam oksalat 30 g/L, kecepatan pengadukan 200 rpm dan waktu pelindian 6 jam dengan persen ekstraksi mangan sebesar 97,27%. Pada tahap purifikasi, Pengotor berupa besi yang dapat diendapkan mencapai 99,93%. Kondisi ini diperoleh pada temperatur 70oC, pH 6 dan 200 rpm. Pada penelitian ini dihasilkan produk mangan sulfat hidrat dengan tingkat kemurnian 79,11%

Kata kunci : Bijih mangan, pelindian, reduktor, asam oksalat, purifikasi, kristalisasi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.