Analisis Pengaruh Massa Jenis terhadap Kualitas Minyak Goreng Kelapa Sawit Menggunakan Alat Ukur Massa Jenis dan Akuisisinya pada Komputer

Warsito Warsito, Gurum Ahmad Pauzi, Miftahul Jannah

Abstract


Telah dianalisis kualitas minyak berdasarkan perubahan massa jenisnya menggunakan alat ukur massa jenis dengan sensor optik berbasis mikrokontroler ATMega 8535 sebagai sistem akuisisi data. Pada penelitian ini menggunakan dua perangkat yaitu perangkat keras dan perangkan lunak. Perangkat keras terdiri dari rangkaian sensor, rangkaian sistem minimum mikrokontroler ATMega 8535. Sensor optik yang digunakan ialah LDR (Light Dependent Resistor) sebagai receiver dan menggunakan LED sebagai transmitter Rangkaian sensor digunakan untuk mendeteksi massa benda berupa intensitas cahaya yang terdiri dari sensor LDR dn LED yang menghasilkan keluaran berupa tegangan. Sinyal analog yang dihasilkan oleh LDR memiliki rentang 3,99 – 4,51 Volt, nilai keluaran ini cukup besar sehingga tidak perlu menggunakan pengkondisi sinyal. Sinyal keluaran selanjutnya menjadi inputan pada mikrokontroler dan diubah kedalam sinyal digital oleh ADC yang terdapat pada mikrokontroler ATMega 8535. Sinyal keluaran dari mikrokontroler ATMega 8535 akan dikirim menggunakan K-125 ke PC selanjutnya diproses sehingga didapatkan kesetaraan nilai massa dengan ADC dan dilakukan proses perhitungan massa jenis menggunakan bantuan program Visual Basic 6.0  dan ditampilkan ke monitor PC. Perangkat lunak yang digunakan pada penelitian ini adalah BASCOM AVR untuk pemrograman mikrokontroler dan Visual Basic 6.0 untuk program komunikasi serial komputer. Adapun range pengukuran pada alat ini yaitu untuk massa memiliki batasan 0,05 - 2,80 kg dan volume antara 0,10 – 1,80 liter. Pengukuran dilakukan pada minyak yang belum mengalami pemanasan, 30 menit pemanasan, dan 1 jam pemanasan. Dari ketiga minyak tersebut didapatkan nilai massa jenis terbesar pada minyak goreng yang belum mengalami pemanasan. Hal ini dikarenakan minyak goreng kelapa sawit yang telah digunakan mengalami pemanasan sehinggaa ikatan antar molekulnya berkurang dan menyebabkan kerapatan minyak berkurang. Minyak kelapa sawit yang belum dipakai memiliki nilai kerapatan yang paling besar karena minyak tersebut belum mengalami pemanasan sehingga molekul –molekulnya tidak mengalami perenggangan. 

Keywords : Massa Jenis, Minyak Goreng Kelapa Sawit, Alat Ukur


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.