ANALISIS KADAR FLAVONOID DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus), RUMPUT MUTIARA (Oldenlandia corymbosa), DAN SIRSAK (Annona muricata) DENGAN TEKNIK SPEKTROMETRI

Wulan Tri Wahyuni, Latifah K Darusman Pitria, Apriliani Rahmat

Sari


Pada penelitian ini dilakukan analisis kadar senyawa flavonoid dan penentuan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun kenikir (Cosmos caudatus), rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa), dan sirsak (Annona muricata) dengan teknik spektrometri. Ekstrak masing-masing sampel diperoleh melalui ekstraksi dengan bantuan gelombang ultrasonik. Kadar flavonoid ditentukan dengan teknik spektrometri menggunakan kuersetin sebagai standar, sementara aktivitas antioksidan dievaluasi melalui penangkapan radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rendemen ekstraksi daun sirsak lebih tinggi dibandingkan rumput mutiara dan kenikir. Ekstrak etanol sirsak memiliki aktivitas penangkapan radikal bebas DPPH terbaik dengan nilai IC50 sebesar 37.91 µg/mL. Kadar flavonoid total dari ekstrak etanol sirsak tersebut ialah sebesar 1.78 mg ekuivalen kuersetin/mg sampel, lebih rendah dibandingkan kadar flavonoid rumput mutiara dan kenikir. Hasil ini mengindikasikan bahwa aktivitas antioksidan pada ekstrak daun sirsak dimungkinkan tidak hanya berasal dari flavonoid, namun berasal dari gabungan senyawa flavonoid dengan senyawa aktif lain yang dikandungnya

 

DOI: http://dx.doi.org/10.23960/aec.v3.i1.2018.p38-46


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.